SEABAD NEWCASTLE DISEASE, KOMITMEN CEVA MENGAWAL MASA DEPAN PERUNGGASAN

BOGOR, 10-12 Februari 2026. Sebagai perusahaan yang berkomitmen pada kesehatan unggas, PT Ceva Animal Health Indonesia terus berperan aktif meningkatkan awareness peternak terhadap penyakit Newcastle Disease (ND). Upaya tersebut diwujudkan melalui berbagai program edukasi berkelanjutan, layanan teknis di lapangan, hingga publikasi laporan disease surveillance setiap bulan sebagai sumber informasi terkini bagi industri.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui forum ilmiah internasional yang diinisiasi oleh Ceva Santé Animale bertajuk The Guards of A Century: 100 Years with Newcastle Disease. Diselenggarakan pada 10-12 Februari 2026 di Novotel Bogor Golf Resort & Convention Center, acara ini menghadirkan ilmuwan, otoritas veteriner, dan pelaku industri vaksin dari 15 negara dalam satu panggung kolaborasi global.

Sejumlah pakar dunia turut hadir dalam forum ini. Sesi pembuka disampaikan oleh Dr Hendra Wibawa, MSc, PhD, Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI. Ia mengulas sejarah penemuan ND di Indonesia sekaligus menegaskan langkah-langkah sistematis pemerintah dalam pengendalian penyakit ini melalui penguatan kebijakan, biosekuriti, vaksinasi, dan sistem laboratorium. Dilanjutkan oleh Prof Ian Brown dari The Pirbright Institute, Inggris, yang memaparkan laporan pertama TM Doyle tentang penyakit “baru” di Newcastle-upon-Tyne serta perjalanan panjang riset dan kemajuan ilmiah ND di Weybridge. Paparannya memberikan perspektif global tentang bagaimana pengendalian ND berkembang selama 100 tahun terakhir.

Pembaruan klasifikasi genetik virus ND dijelaskan oleh Dr Kiril Dimitrov, DVM, PhD, yang menyoroti pentingnya sistem penamaan yang lebih terstandarisasi secara global. Sementara itu, Dr Atsushi Yasuda dan Dr Moto Esaki membagikan pengalaman pengembangan awal vaksin HVT-F hingga evolusinya menjadi vaksin HVT/ND modern.

Dari sisi epidemiologi, Prof Dr JA (Arjan) Stegeman dari Utrecht University menekankan pentingnya strategi vaksinasi dalam memutus transmisi virus di tingkat populasi.

Prof Dr Vilmos Palya, Scientific Expert Ceva, menjelaskan perjalanan pengembangan dan konfirmasi teknologi rHVT-F dalam membangun respons imun yang optimal. Melengkapi sesi tersebut, Dr Marcelo Paniago memaparkan hasil berbagai uji tantangan yang dikumpulkan selama bertahun-tahun. “Hasil uji menunjukkan kemanjuran vaksin rHVT-F terhadap genotipe NDV velogenik yang muncul,” tegasnya.

Sebagai penutup, Mustafa Seckin Sandikli, Global Poultry Director Ceva Santé Animale, menegaskan komitmen berkelanjutan Ceva dalam mendukung kemajuan dan keberlanjutan industri unggas dunia. (NDV)

Scroll to Top