PARTISIPASI ASOHI DALAM SINERGI PENINGKATAN DAYA SAING IKFT MENCAPAI PERTUMBUHAN EKONOMI 8%

BANDUNG, Kamis 5 Maret 2026. Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (Ditjen IKFT) Kementerian Perindustrian menyelenggarakan forum strategis bertajuk “Sinergi Peningkatan Daya Saing Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil Mencapai Pertumbuhan Ekonomi 8%” di Hotel Holiday Inn Bandung Pasteur. Pertemuan ini menjadi krusial bagi sektor farmasi nasional yang kini berada dalam fase transformasi untuk memperkuat ketahanan industri menghadapi persaingan global.

Salah satu poin utama yang menjadi sorotan adalah tingginya ketergantungan industri farmasi nasional terhadap impor Bahan Baku Obat (BBO). Kondisi ini dinilai meningkatkan kerentanan terhadap fluktuasi nilai tukar serta gangguan logistik dan dinamika geopolitik global.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Direktur Industri Kimia Hilir dan Farmasi dijadwalkan memaparkan langkah-langkah strategis, antara lain: Mengevaluasi gambaran umum kinerja industri kimia hilir dan farmasi saat ini. Merumuskan kebijakan terkait bahan baku, energi, hingga insentif fiskal untuk meningkatkan daya saing. Mendorong riset dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang farmasi.

Kegiatan ini juga berfungsi sebagai platform untuk memantau progres nyata dari Instruksi Menteri Perindustrian Nomor 2 Tahun 2026 terkait prioritas penyelesaian permasalahan industri. Beberapa target spesifik untuk sektor farmasi meliputi: Menetapkan daftar bahan baku obat prioritas dan target substitusi produksi domestik. Menyusun peta jalan komprehensif untuk substitusi impor bahan baku farmasi. Melakukan eksekusi nyata terhadap proyek-proyek bahan baku prioritas di industri farmasi nasional.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan dari asosiasi industri seperti Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) yang diwakili Drh Almasdi Rahman Wakil Ketua Umum dan Ketua Bidang Organisasi, Gabungan Pengusaha Farmasi (GP Farmasi), serta Asosiasi Biofarmasi dan Bahan Baku Obat Indonesia (AB3O). Sinergi ini diharapkan mampu merumuskan rekomendasi kebijakan yang efektif guna menjadikan sektor farmasi sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. (WK)

Scroll to Top