JAKARTA, Kamis 2 Juli 2026. Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) bersama Badan Pengawas ASOHI (BPA) menggelar rapat pembahasan program kerja di Sekretariat ASOHI, Jakarta. Pertemuan ini bertujuan untuk mengoptimalkan kinerja organisasi serta menyelaraskan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program kerja.
Rapat dihadiri oleh jajaran pengurus dan pengawas organisasi, di antaranya Anggota BPA Drh Mukhamad Rakhmat Nuriyanto MBA dan Drh Irawati Fari, serta didampingi langsung oleh Ketua Umum ASOHI Drh Akhmad Harris Priyadi dan Sekretaris Jenderal ASOHI Rivo A. Kurnia, SPt.
Guna mendukung efektivitas dan akselerasi kinerja organisasi, BPA menetapkan pembagian tugas ke beberapa bidang fokus utama pengawasan. Pertama, pelaksanaan hasil Munas IX ASOHI 2025 dan program kerja. Fokus pada pemantauan dan evaluasi implementasi hasil-hasil Munas. Bidang ini ditangani oleh Drh Mukhamad Rakhmat Nuriyanto MBA dan Drh Irawati Fari.
Kedua, kemitraan strategis dengan pemerintah. Fokus pada peningkatan peran dan kontribusi ASOHI sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembenahan regulasi serta kebijakan industri kesehatan hewan nasional. Bidang ini dikawal oleh Drh Fadjar Sumping dan Ir Bambang Suharno.
Ketiga, akuntabilitas dan legalitas organisasi. Fokus pada penguatan aspek legalitas ASOHI sebagai badan hukum, termasuk tata kelola perpajakan dan tertib pembukuan keuangan. Bidang ini diamanahkan kepada Drh Gowinda Sibit dan Gani Harijanto.
Keempat, kaderisasi dan keberlanjutan organisasi. Fokus pada penyiapan serta pembinaan generasi penerus kepemimpinan dalam tubuh organisasi yang dipegang oleh Peter Yan.
Dalam pembahasan rapat, BPA juga memberikan sejumlah masukan konstruktif terkait pelaksanaan program kerja kepengurusan ASOHI senantiasa berpedoman pada amanat Munas IX ASOHI 2025.
Beberapa poin krusial yang disoroti meliputi penguatan internal organisasi, peningkatan koordinasi antara ASOHI Pusat dan Daerah, pengembangan keanggotaan, serta pemantapan hubungan lintas lembaga dan stakeholder terkait. Selain itu, BPA menekankan pentingnya penyelenggaraan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) secara berkala sebagai sarana evaluasi menyeluruh atas agenda organisasi.
Secara khusus, program pelatihan Penanggung Jawab Teknis Obat Hewan (PJTOH) juga menjadi perhatian utama. Program ini dinilai sangat vital dalam menjaga standar mutu, ketaatan regulasi, serta kompetensi teknis para tenaga ahli di perusahaan obat hewan di seluruh Indonesia.
Melalui pembagian fokus pengawasan dan koordinasi yang solid antara pengurus dan pengawas, ASOHI optimis dapat terus meningkatkan peran aktifnya dalam mengawal keberlanjutan serta daya saing industri obat hewan nasional. (RBS)

