INOVASI ALLTECH UNTUK INDUSTRI PAKAN BERKELANJUTAN

TANGERANG SELATAN, Kamis 23 Juli. Industri peternakan menghadapi kompleksitas dari segi tuntutan efisiensi produksi, ancaman antimicrobial resistance (AMR), hingga tuntutan keberlanjutan. Menjawab tantangan tersebut Alltech mengangkat paradigma “Nutrition Beyond Ingredients”, menempatkan nutrisi yang memberikan manfaat ekonomi, fondasi kesehatan ternak, keamanan pangan, dan keberlangsungan lingkungan secara bersamaan.

Pendekatan ini menjadi nilai tambah sekaligus diferensiasi Alltech dalam mendampingi transformasi sektor peternakan Indonesia.

PT Alltech Biotechnology Indonesia berkolaborasi dengan ILDEX Indonesia menyelenggarakan seminar “Nutrition Beyond Ingredients: Driving Feed Efficiency, Industry Resilience, and Sustainable Growth in Indonesia Livestock Sector”, di Hotel Santika Premiere, Tangerang Selatan.

Acara dimoderatori oleh Dr Ir Audy Joinaldy SPt MSc MM M IP IPU ASEAN ENG yang memastikan diskusi berjalan dinamis, serta interaksi yang bermakna antara pembicara dan peserta sepanjang sesi.

Membuka seminar, Regional Director Alltech Biotechnology Malaysia & Indonesia, Heng Aik Jin, menuturkan tema seminar yang diusung sangat relevan dengan kondisi industri peternakan Indonesia saat ini. Menurutnya, pemintaan terhadap protein hewan terus meningkat, namun di saat yang sama industri dihadapkan pada banyak tantangan.

“Tantangan industri saat ini bukan sekadar meningkatkan produksi, melainkan menghasilkan lebih banyak dengan sumber daya yang sama atau produce more with the same resources,” tutur Heng.

Nutrisi tidak hanya berbicara mengenai bahan baku, akan tetapi juga bagaimana sains, inovasi, nutrisi yang presisi, serta teknologi dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi pakan, mendukung kesehatan dan performa ternak sekaligus membangun industri peternakan yang tangguh dan berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Dr Drh Agung Suganda MSi, yang diwakili Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dr Drh Nuryani Zainuddin MSi, sebagai keynote speaker mengatakan saat ini dunia dalam turbulensi, di mana ketegangan geopolitik, adanya perang dagang, serta krisis iklim mengguncang rantai pasok pangan dan pakan.

Nuryani juga memberikan gambaran supply-demand peternakan Indonesia di 2025, yang menunjukkan capaian positif. Ia menambahkan, dibalik keberhasilan tersebut masih tersimpan tantangan besar terutama tingginya ketergantungan terhadap bahan baku pakan impor seperti bungkil kedelai, meat bone meal, poultry product meal, dan feed additive tertentu, juga belum optimalnya pemanfaatan bahan baku lokal. Distribusi pakan yang belum efisien dan dampak perubahan iklim terhadap ketersediaan hijauan juga menjadi tantangan yang perlu diantisipasi secara serius. (NDV)

Scroll to Top